Jumat, 30 Desember 2011
Kamis, 29 Desember 2011
Selasa, 20 Desember 2011
Pembobolan ATM dengan Skimmer
Perlu kita tahu juga bahwa kartu atm/kartu kredit , menyimpan datanya melalui pita magnet seperti halnya kaset. Data dalam bidang magnet tersebut bisa dibaca dengan alat berupa head /card reader yang populer dinamakan skimmer. Para pembobol ATM dan Carder biasanya adalah kelompok yang terorganisir. Mereka memiliki pembagian tugas, ada yang bertugas memasang skimmer, teknisi, mengumpulkan data dan bagian yang membelanjakan atau mengambil uang. Dan Modusnya adalah sebagai berikut :
1. Pelaku datang ke mesin ATM dan memasangkan skimmer ke mulut slot kartu ATM. Biasanya dilakukan saat sepi. Atau biasanya mereka datang lebih dari 2 orang dan ikut mengantri. Teman yang di belakang bertugas untuk mengisi antrian di depan mesin ATM sehingga orang tidak akan memperhatikan dan kemudian memeriksa pemasangan skimmer.
2. Setelah dirasa cukup (banyak korban), maka saatnya skimmer dicabut.
3. Inilah saatnya menyalin data ATM yang direkam oleh skimmer dan melihat rekaman no PIN yang ditekan korban.
4. Pada proses ketiga pelaku sudah memiliki kartu ATM duplikasi (hasil generate) dan telah memeriksa kevalidan kartu. Kini saatnya untuk melakukan penarikan dana. Biasanya kartu ATM duplikasi disebar melalui jaringannya ke berbagai tempat. Bahkan ada juga yang menjual kartu hasil duplikasi tersebut.
Bentuk ATM Skimmer
Bentuk alat ini menyerupai mulut slot ATM. Merupakan penangkap data magnetik (elektronict data capture) yang biasa digunakan. Selain untuk ATM, skimmer juga digunakan untuk keperluan mengambil data transaksi data permainan, absensi, tanda pengenal dan keperluan komunikasi data lainnya yang menggunakan kartu. Cara kerjanya mirip dengan head pada tape recorder. Sebagian cracker dan carder biasanya mendapatkan skimmer dengan cara membeli atau merakitnya. Tapi kebanyakan mereka dapatkan dengan membelinya. Berikut adalah gambar ATM Skimmer.
Bentuk Skimmer sangatlah mirip dengan lubang ATM dan desainnya cocok dengan keseluruhan mesin ATM, sehingga membuat pengguna ATM terkecoh dan tidak menyadari bahwa ia memasukan kartu ATM kedalam Skimmer yang kemudian menyalin semua data bank dirinya
Bahaya Keylogger
TIPS:
1. Pasang firewall dan anti-spyware di komputermu. Download lalu install dua program pengaman yang bagus, gratis, dari sini dan di sini. Jangan lupa, program anti-virus dan anti-spyware harus selalu di-update, setidaknya sekali dua minggu, karena ratusan virus baru bermunculan setiap hari.
2. Jangan langsung matikan komputer sebelum berhasil keluar [sign out/log out] dari email.
Terutama bila membuka email di warnet atau area hot spot, berhati-hatilah terhadap “pengintip”. Jaringan LAN di kantor juga sangat memungkinkan orang lain untuk mengintip email-mu.
3. Jangan sembarangan mengeklik file lampiran yang dikirim via email. Lampiran itu bisa berisi virus, trojan, spyware, atau aplikasi jahat yang akan segera terinstall ke komputermu ketika diklik.
4. Rutinlah memformat ulang/install/repair Windows, misalnya sekali tiga bulan. Selain menghilangkan segala virus, dll, penyegaran Windows ini akan membuat komputer bekerja semakin lancar dan ringan.
Sekilas tentang Packet Sniffer
Packet Sniffer adalah suatu device, baik perangkat lunak maupun perangkat keras yang digunakan untuk memperoleh informasi yang melewati jaringan komputer. Kegunaan dari packet sniffer adalah membuat NIC (Network Interface Card), contohnya Ethernet, dalam mode promiscuous sehingga dapat menangkap semua traffic dalam jaringan. Mode promiscuous adalah mode di mana semua workstation pada jaringan komputer “mendengar” semua traffic, tidak hanya traffic yang dialamatkan ke workstation itu sendiri. Jadi workstation pada mode promiscuous dapat “mendengarkan” traffic dalam jaringan yang dialamatkan kepada workstation lain.
Sebuah sniffer dapat berupa kombinasi dari perangkat lunak dan perangkat keras. Keberadaan sniffer di dalam jaringan sangat sulit untuk dideteksi karena sniffer adalah program aplikasi yang sangat pasif dan tidak membangkitkan apa-apa, dengan kata lain tidak meninggalkan jejak pada sistem.
Senin, 19 Desember 2011
SoftPerfect Personal Firewall
SoftPerfect Personal Firewall adalah suatu jaringan gratis, firewall merancang untuk melindungi PC terhadap serangan dari Internet atau via suatu jaringan area lokal. menawarkan keamanan yang menggunakan aturan user-defined untuk paket penyaringan. Paket ini bekerja pada suatu tingkat rendah dan juga mengijinkan kita untuk menciptakan aturan berdasar pada protokol non-IP seperti ARP.
SoftPerfect Personal Firewall mendukung berbagai bentuk wujud orang yang mengadaptasikan jaringan. Ini mengijinkan kamu untuk menetapkan aturan, sebagai contoh, untuk modem koneksi atau yang bisa di koneksikan memakai aturan terpisah untuk masing-masing sistem menghubungkan. Dengan suatu fleksibel menyaring sistem, MAC alamat yang dipercayai yang mengecek corak dan memisahkan bentuk wujud orang yang mengadaptasikan jaringan yang kamu dapat genap menggunakannya pada suatu server.
SoftPerfect Personal Firewall mempunyai suatu ciri, yang memberikan kita tindakan yang diperlukan ketika saat mendeteksi suatu paket yang tak dikenal. Bantuan ini yang kamu untuk menciptakan aturan dengan cepat. Program mudah untuk menggunakan, hanya dengan satu set aturan sudah dikenal dan itu dengan sepenuhnya. Contoh tambahan meliputi perlindungan kata sandi, pembukuan dan sebagainya.
Main features1. SoftPerfect Personal Firewall mempunyai suatu penggunaan sistem penyaringan lalu lintas kuat yang user-defined memproses aturan.
2. SoftPerfect Personal Firewall mendukung bentuk wujud untuk berbagai orang yang mengadaptasikan jaringan.
3. SoftPerfect Personal Firewall mempunyai suatu belajar gaya dan datang dengan satu set aturan sudah dikenal.
4. SoftPerfect Personal Firewall menyaring IP dan lalu lintas non-IP.
5. SoftPerfect Personal Firewall mudah untuk menginstal. Itu tidak mengubah File Sistem Windows dan tidak memerlukan tambahan apapun.
License Agreement
Perangkat lunak ini disajikan seperti halnya, tanpa menyatakan kepemilikan atau license agreement. Dalam hal tidak akan pengarang dipegang dapat dikenakan untuk kerusakan apapun timbul dari penggunaan perangkat lunak ini.
Keamanan Jaringan Komputer part 2
Dikarenakan perbedaan fungsi dalam setiap lapisan jaringan komputer, maka perlindungan yang dapat dilakukan juga berbeda-beda. Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai perlindungan terhadap jaringan komputer yang bisa dilakukan pada setiap lapisan jaringan komputer, mulai dari lapisan terbawah sampai dengan lapisan teratas. – Layer 2
Dalam usaha mengamankan sebuah gedung, tahap yang paling mendasar adalah dengan menjaga titik akses ke gedung tersebut. Begitu juga dengan pengamanan jaringan komputer, tahap paling mendasar adalah menjaga titik akses yang dapat digunakan seseorang untuk terhubung ke dalam jaringan. Pada umumnya, titik akses jaringan komputer adalah berupa hub atau switch. Dengan berkembangnya wireless network, maka peralatan wireless access-point juga termasuk dalam titik akses jaringan yang perlu untuk dilindungi. Saat ini ada dua mekanisme umum yang biasa digunakan dalam mengamankan titik akses ke jaringan komputer, yaitu : – Protokol 802.1x Protokol 802.1x adalah sebuah protokol yang dapat melakukan otentikasi pengguna dari peralatan yang akan melakukan hubungan ke sebuah titik-akses. Dengan protokol ini, ketika sebuah komputer melakukan hubungan ke sebuah titik-akses (hub atau switch), maka pengguna komputer tersebut perlu melakukan otentikasi sebelum komputer tersebut terhubung ke jaringan komputer. Protokol ini sangat berguna untuk melindungi jaringan komputer sekaligus meng-akomodasi pengguna-pengguna yang memiliki peralatan atau komputer yang bersifat mobile seperti notebook atau PDA. Dengan digunakannya protokol ini, dapat dijamin bahwa peralatan komputer yang berusaha melakukan akses ke jaringan komputer sedang dipergunakan oleh pihak yang memang telah diizinkan untuk melakukan akses. Tiga komponen yang terlibat dalam protokol ini adalah peralatan yang akan melakukan akses (supplicant), server yang akan melakukan otentikasi (server RADIUS) dan peralatan yang menjadi titik akses (otentikator). Secara umum, tahapan-tahapan dalam protokol ini adalah : 1. Secara default akses ke jaringan tertutup. 2. Sebuah supplicant melakukan akses dan meminta izin akses ke otentikator, yang kemudian meneruskannya ke server otentikasi. 3. Server otentikasi menjawab dengan memberikan 'tantangan' ke supplicant melalui otentikator. 4. Melalui otentikator, supplicant menjawab 'tantangan' yang diberikan. 5. Apabila jawaban yang diberikan supplicant benar, server otentikasi akan memberitahu ke otentikator yang kemudian akan memberikan akses jaringan ke supplicant. 6. Akses jaringan yang sudah terbuka, akan tetap terbuka sampai ketika terjadi perubahan status koneksi, misalnya koneksi diputus oleh pengguna atau alat yang terhubung berubah. Ketika terjadi perubahan status, akses akan kembali ditutup dan proses otentikasi akan berulang kembali. Pada perkembangannya, protokol ini digunakan secara lebih mendalam, bukan hanya untuk melakukan otentikasi terhadap pengguna peralatan yang melakukan akses, melainkan juga akan digunakan untuk memeriksa apakah konfigurasi peralatan yang melakukan akses sudah sesuai dengan kebijakan yang berlaku. Misalkan akan dilakukan pemeriksaan apakah program antivirus yang berjalan pada sebuah notebook yang akan melakukan koneksi sudah mempergunakan versi yang terbaru, jika kondisi tersebut tidak terpenuhi maka akses jaringan tidak akan diberikan. Selain itu protokol ini juga dapat digunakan untuk menegakkan sebuah kebijakan pada peralatan-peralatan yang akan melakukan akses jaringan komputer. Kelemahan dari protokol ini adalah, protokol ini harus diimplementasikan satu per satu pada semua switch/hub yang menjadi titik akses jaringan komputer. – Mac Address Mac Address Authentication adalah sebuah mekanisme di mana sebuah peralatan yang akan melakukan akses pada sebuah titik-akses sudah terdaftar terlebih dahulu. Berbeda dengan protokol 802.1x yang memastikan bahwa alat yang melakukan koneksi dipergunakan oleh pihak yang berwenang, metode ini untuk memastikan apakah peralatan yang akan melakukan akses adalah peralatan yang berhak untuk akses tanpa mempedulikan siapa yang mempergunakannya. Pada setiap peralatan jaringan komputer terdapat sebuah identitas yang unik. Berdasarkan identitas tersebutlah metode ini melakukan otentikasi. Pada setiap paket data yang dikirimkan sebuah peralatan akan mengandung informasi mengenai identitas peralatan tersebut, yang akan dibandingkan dengan daftar akses yang dimiliki setiap titik-akses, apabila ternyata identitas peralatan terdapat dalam daftar, paket yang dikirimkannya akan diteruskan apabila tidak, maka paket yang dikirimkannya tidak akan diteruskan. Keuntungan metode ini jika dibandingkan dengan protokol 802.1x adalah metode ini sudah lebih banyak diimplementasikan pada switch/hub yang sering digunakan sebagai titik akses. Selain itu, untuk mempergunakan metode ini, tidak perlu semua switch/hub melakukan filtering, namun cukup switch/hub utama saja yang melakukannya. Kelemahan utama dari metode ini adalah seseorang dapat dengan mudah memanipulasi identitas unik pada peralatan yang digunakannya, sehingga peralatan tersebut dapat melakukan akses ke sebuah jaringan komputer. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga integritas daftar identitas peralatan yang dapat melakukan akses ke jaringan. Selain kedua protokol otentikasi yang telah disebutkan di atas, ada sebuah metode keamanan yang terletak pada lapisan Data Link tapi tidak berfungsi untuk melakukan otentikasi penggunaan titik-akses jaringan komputer, melainkan untuk melindungi data yang dikirimkan pada jaringan komputer tersebut. Metode tersebut adalah:
– WEP dan WPA
Perkembangan teknologi telah membuat transmisi data melalui media gelombang radio memiliki kualitas yang hampir sama dengan kualitas transmisi data melalui media kabel. Dengan mempegunakan wireless network, koneksi ke sebuah jaringan komputer menjadi sangat mudah karena tidak lagi terhambat oleh penggunaan kabel. Asalkan sebuah peralatan jaringan komputer masih dalam jangkauan gelombang radio komputer penyedia jaringan, peralatan tersebut dapat terhubung ke dalam jaringan komputer. Akan tetapi, penggunaan media gelombang radio untuk transmisi data memiliki berbagai permasalahan keamanan yang cukup serius. Sifat gelombang radio yang menyebar menyebabkan siapa saja yang berada pada jangkauan gelombang radio yang digunakan untuk komunikasi data dapat mencuri data yang dikirimkan oleh sebuah pihak ke pihak lain dengan mudah. Oleh karena itu dikembangkan metode yang disebut dengan Wired Equivalent Privacy (WEP). Tujuan utama dari WEP adalah berusaha untuk memberikan tingkat privasi yang diberikan oleh penggunaan jaringan berbasiskan kabel. Dalam melakukan usaha itu, WEP akan melakukan enkripsi terhadap data-data yang dikirimkan antara dua peralatan jaringan komputer berbasiskan gelombang radio, sehingga data yang dikirimkan tidak dapat dicuri oleh pihak lain. Untuk ini, WEP mempergunakan algoritma stream-cipher RC4 untuk menjaga kerahasiaan data dan CRC- 32 sebagai kontrol integritas data yang dikirimkan. Oleh karena ada peraturan pembatasan ekspor teknologi enkripsi oleh pemerintah Amerika Serikat, maka pada awalnya panjang kunci yang dipergunakan hanyalah sepanjang 40 bit. Setelah peraturan tersebut dicabut, maka kunci yang digunakan adalah sepanjang 104 bit. Beberapa analis menemukan bahwa WEP tidak aman dan seseorang dapat dengan mudah menemukan kunci yang digunakan setelah melakukan analisa paket terenkripsi yang dia dapatkan. Oleh karena itu pada tahun 2003 dibuat standar baru yaitu Wi-Fi Protected Access (WPA). Perbedaan antara WEP dengan WPA adalah penggunaan protokol 802.1x untuk melakukan distribusi kunci yang digunakan dalam melakukan proses enkripsi dan dekripsi. Selain itu panjang kunci yang digunakan juga bertambah panjang menjadi 128 bit sehingga menambah tingkat kesulitan dalam menebak kunci yang digunakan. Selain itu untuk meningkatkan keamanan, juga dibuat sebuah sistem yang disebut dengan Temporal Key Integrity Control yang akan melakukan perubahan kunci secara dinamis selama sistem sedang digunakan. Pada perkembangan selanjutnya, yaitu pada tahun 2004 dibuat standard WPA2, dimana algoritma RC4 digantikan oleh algoritma enkripsi baru yaitu Advance Encryption System (AES) dengan panjang kunci sepanjang 256 bit.
– Layer 3
Pada lapisan ini, untuk membedakan sebuah peralatan jaringan komputer dengan peralatan jaringan komputer yang lainnya, digunakan alamat IP (Internet Protocol). Semua peralatan komputer aktif harus memiliki sebuah nomor IP unik yang akan menjadi identitasnya di jaringan komputer. Alamat IP yang saat ini banyak digunakan disebut dengan IPv4, yaitu sebuah deretan angka dengan format : x.x.x.x di mana x adalah angka antara 0 sampai dengan 255. Saat ini sedang dalam tahap pengembangan versi baru dari alamat IP yang disebut dengan IPv6. Selain alamat IP, pada lapisan ini juga dikenal istilah Port, yaitu sebuah pintu masuk ke dalam sebuah sistem komputer. Pada pintu inilah aplikasi jaringan komputer yang sedang berjalan dalam sebuah komputer menerima melakukan koneksi dengan pihak lain. Pada lapisan ini, metode perlindungan jaringan komputer akan berdasarkan pada alamat IP dan Port. Pada setiap paket data yang dikirimkan oleh sebuah peralatan jaringan komputer ke peralatan lainnya akan mengandung alamat IP dan Port yang digunakan oleh pengirim serta alamat IP dan Port dari tujuan paket tersebut. Sebuah sistem pengamanan yang biasanya dikenal dengan nama firewall dapat melakukan filtering berdasarkan kedua hal tersebut. Pada umumnya firewall diletakkan pada gerbang masuk maupun keluar sebuah sistem jaringan komputer. Selain itu firewall juga dapat melakukan filtering berdasarakan protokol yang digunakan oleh sebuah paket data, misalnya sebuah firewall dapat dirancang untuk menolak paket jenis udp dan paket jenis icmp sementara mengizinkan paket jenis tcp. Pada perkembangannya, firewall tidak hanya melakukan filtering berdasarkan alamat IP dan Port, tapi juga berdasarkan informasi lainnya yang tersedia dalam header sebuah paket IP. Sebagai contoh, sebuah firewall dapat melakukan filtering berdasarkan ukuran data sebuah paket data. Sebuah firewall juga bisa melakukan filtering berdasarkan status koneksi antara dua peralatan jaringan komputer, misalnya sebuah firewall dapat dirancang untuk menolak sebuah paket yang akan membuat sebuah koneksi baru dari sebuah alamat IP, tapi mengizinkan paket-paket lainnya dari alamat IP tersebut. Untuk menambah keamanan sistem jaringan komputer, saat ini sebagian besar firewall sudah bersifat statefull dan tidak lagi stateless. Pada statefull firewall, firewall akan membuat daftar sejarah status koneksi antara satu peralatan jaringan komputer dengan peralatan jaringan komputer lainnya. Hal ini untuk mencegah adanya penipuan status koneksi oleh sebuah peralatan jaringan komputer untuk dapat melewati proses filtering sebuah firewall. Selain diimplementasikan pada gerbang masuk atau gerbang keluar dari sebuah sistem jaringan komputer, firewall juga dapat diimplementasikan pada sebuah host. Ini berguna untuk melindungi host tersebut dari serangan yang berasal dari host lain yang berada pada jaringan komputer yang sama. Pada umumnya, implementasi firewall adalah metoda pengamanan sistem jaringan komputer yang pertama kali dilakukan. Walaupun cukup ampuh dan mudah untuk diimplementasikan, tanpa perencanaan yang baik, implementasi firewall dapat menyebabkan sebuah firewall tersusun atas peraturan-peraturan filtering yang sangat banyak. Hal ini dapat membuat firewall tersebut menjadi sulit untuk dikelola karena dengan banyaknya peraturan-peraturan filtering yang diimplementasikan akan lebih sulit untuk melakukan penelusuran proses penyaringan paket. Selain itu, banyaknya peraturan filtering yang terlalu banyak juga dapat menganggu interaksi koneksi data jaringan komputer, karena semua paket yang lewat harus melalui proses penyaringan yang sangat banyak. – Layer 4 /5 Pada lapisan ini, metode pengamanan lebih difokuskan dalam mengamankan data yang dikirimkan. Metode pengamanan yang banyak digunakan adalah : – VPN Pada banyak organisasi besar, organisasi tersebut memiliki kantor-kantor cabang yang tersebar di banyak tempat. Kantor cabang-kantor cabang tersebut tentu memiliki kebutuhan untuk saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Pada masa-masa awal jaringan komputer, solusi yang biasa digunakan adalah dengan membangun jaringan privat yang mengubungkan seluruh kantor cabang yang ada atau yang biasa disebut dengan Wide Area Network (WAN). Dengan berkembangnya jaringan Internet, solusi dengan membangun WAN, menjadi solusi yang sangat mahal dan tidak fleksibel. Dengan berkembangnya Virtual Private Network, sebuah organisasi dapat membangun jaringan privat maya diatas jaringan publik untuk menghubungkan seluruh kantor cabang yang dimilikinya. Kelebihan implementasi VPN dibandingkan dengan implementasi WAN adalah:
• Mempermudah perluasan konektivitas jaringan komputer secara geografis Untuk menghubungkan beberapa lokasi yang terpisah secara geografis dapat mempergunakan jaringan publik (Internet) yang dimiliki oleh masing-masing lokasi. Koneksi Internet yang digunakan oleh sebuah lokasi bisa saja tidak menggunakan layanan dari service provider yang sama dengan koneksi Internet di lokasi lainnya.
• Peningkatan keamanan data Data yang dikirimkan akan terlindungi sehingga tidak dapat dicuri oleh pihak lain karena data yang ditransmisikan melalui VPN melalui proses enkripsi.
• Mengurangi biaya operasional Dengan menggunakan VPN, setiap lokasi hanya perlu memelihara satu buah koneksi Internet untuk seluruh kebutuhannya, baik kebutuhan koneksi Internet maupun kebutuhan koneksi internal organisasi.
• Menyederhanakan Topologi jaringan Pada dasarnya, VPN adalah perkembangan dari network tunneling. Dengan tunneling, dua kelompok jaringan komputer yang terpisah oleh satu atau lebih kelompok jaringan komputer diantaranya dapat disatukan, sehingga seolah-olah kedua kelompok jaringan komputer tersebut tidak terpisah.
Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan enkapsulasi terhadap paket jaringan yang dikirimkan. Tunneling ini bersifat transparan bagi pengguna jaringan komputer di kedua sisi kelompok jaringan komputer. Hanya router di kedua sisi kelompok jaringan komputer yang melakukan proses enkapsulasi yang mengetahui adanya tunnel tersebut. Imbal baik dari proses tunneling adalah Maximum Transfer Unit (MTU) setiap paket yang dikirim menjadi lebih kecil, karena diperlukan ruang tambahan untuk menambahkan header IP hasil enkapsulasi paket yang dikirimkan. Berkurangnya MTU dapat menyebabkan berkurangnya kecepatan transfer data antara dua host yang sedang berkomunikasi. Salah satu implementasi dari tunneling adalah mobile IP. Dengan mempergunakan mobile IP, seorang pengguna dapat selalu mempergunakan alamat IP yang dia miliki dimanapun pengguna tersebut berada. Implementasi lainnya adalah dengan menambahkan proses kompresi data yang akan dikirimkan melalui tunnel yang sudah dibuat. Dengan cara ini, makan dengan ukuran bandwidth yang sama, besar data yang dikirimkan dapat lebih besar, sehingga meningkatkan kecepatan transfer data. Seluruh sifat dasar dari network tunneling dimiliki oleh VPN, ditambah dengan proses enkripsi dan dekripsi. Dengan menggunakan VPN, seluruh data yang dikirimkan oleh sebuah pengguna jaringan komputer di sebuah kelompok jaringan komputer ke kelompok jaringan komputer lainnya yang terhubung dengan VPN akan melalui proses enkripsi, sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak lain yang berada pada jalur pengiriman data. Pada sisi penerima data, secara otomatis, data akan melalui proses dekripsi sebelum disampaikan ke pihak penerima. Sama dengan tunneling, proses enkripsi dan dekripsi data terjadi secara transparan tanpa diketahui oleh pengirim maupun penerima. VPN dapat mempergunakan berbagai macam algoritma enkripsi, baik itu yang bertipe symmetric-key-encryption maupun public-key-encryption. Kunci dari seluruh penggunaan VPN adalah pada proses enkripsi dan dekripsi data, dan oleh karena itu, pemilihan algoritma enkripsi menjadi sangat penting dalam implementasi VPN. Selain untuk menghubungkan dua atau lebih lokasi kantor cabang, VPN juga banyak digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan pekerja yang bekerja di luar kantor untuk melakukan akses ke sumber daya yang tersedia pada jaringan internal kantor. Hal ini dapat dilakukan dengan menganggap komputer yang digunakan oleh seorang pekerja yang berada di luar kantor sebagai kantor cabang lain yang sedang melakukan koneksi. Cara ini sangat mirip dengan konsep mobile IP yang sudah dijelaskan diatas, perbedaannya selain mempergunakan alamat IP yang dia miliki dimanapun dia berada, data yang dikirimkan akan selalu ter-enkripsi. Dengan cara ini, seorang pekerja yang sedang berada di luar kantor dapat dengan mudah dan aman mempergunakan fasilitas yang ada di jaringan komputer kantornya, asalkan yang bersangkutan dapat terhubung dengan Internet. Kelemahan utama dari VPN adalah tidak adanya sebuah standard baku yang dapat diikuti oleh semua pihak yang berkepentingan. Akibatnya ada banyak implementasi VPN yang dapat digunakan, tapi antara satu implementasi dengan implementasi lainnya tidak dapat saling berhubungan. Oleh karena itu apabila sebuah organisasi memilih untuk mempergunakan sebuah implementasi VPN pada sebuah router, maka seluruh router yang dimiliki organisasi tersebut yang akan digunakan dalam jaringan VPN, harus mempergunakan implementasi VPN yang sama. Selain itu jika layanan VPN akan diberikan kepada para pengguna yang sering berpergian, maka pada setiap host yang digunakan oleh pengguna tersebut juga harus di-install aplikasi VPN yang sesuai. Selain itu, karena harus melalui proses enkripsi dan dekripsi, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transmisi bertambah, maka kemungkinan VPN tidak cocok untuk digunakan dalam mengirimkan data yang bersifat interaktif, seperti tranmisi suara ataupun transmisi video. – Layer 7 Lapisan paling atas dari jaringan komputer adalah lapisan aplikasi. Oleh karena itu, keamanan sebuah sistem jaringan komputer tidak terlepas dari keamanan aplikasi yang menggunakan jaringan komputer tersebut, baik itu keamanan data yang dikirimkan dan diterima oleh sebuah aplikasi, maupun keamanan terhadap aplikasi jaringan komputer tersebut. Metode-metode yang digunakan dalam pengamanan aplikasi tersebut antara lain adalah: – SSL Secure Socket Layer (SSL) adalah sebuah protokol yang bekerja tepat di bawah sebuah aplikasi jaringan komputer. Protokol ini menjamin keamanan data yang dikirimkan satu host dengan host lainnya dan juga memberikan metode otentikasi, terutama untuk melakukan otentikasi terhadap server yang dihubungi. Untuk keamanan data, SSL menjamin bahwa data yang dikirimkan tidak dapat dicuri dan diubah oleh pihak lain. Selain itu, SSL juga melindungi pengguna dari pesan palsu yang mungkin dikirimkan oleh pihak lain. Tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam menggunakan SSL adalah : 1. Negosiasi algoritma yang akan digunakan kedua-belah pihak. 2. Otentikasi menggunakan Public Key Encryption atau Sertifikat elektronik. 3. Komunikasi data dengan menggunakan Symmetric Key Encryption. Pada tahap negosiasi algoritma yang akan digunakan, pilihan-pilihan algoritma yang bisa digunakan adalah : • Public Key Encryption : RSA, Diffie-Helman, DSA (Digital Signature Algorithm) atau Fortezza • Symmetric Key Encryption : RC2, RC4, IDEA (International Data Encryption Algorithm), DES (Data Encryption Standard), Triple DES atau AES • Untuk fungsi hash 1 arah : MD5 (Message-Digest algorithm 5) atau SHA (Secure Hash Algorithm) aplikasi yang banyak menggunakan SSL adalah aplikasi perbankan berbasiskan web. Perkembangan lanjutan dari SSL adalah TLS, kepanjangan dari Transport Layer Security. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh TLS adalah : • Pemberian nomor pada semua data dan menggunakan nomor urut pada Message Authentication Code (MAC) • Message Digest hanya dapat dipergunakan dengan kunci yang tepat. • Perlindungan terhadap beberapa serangan yang sudah diketahui (seperti Man in the Middle Attack) • Pihak yang menghentikan koneksi, mengirimkan resume dari seluruh data yang dipertukarkan oleh kedua belah pihak. • Membagi data yang dikirimkan menjadi dua bagian, lalu menjalankan fungsi hash yang berbeda pada kedua bagian data. Pada implementasinya banyak aplikasi di sisi server dapat memfasilitasi koneksi biasa ataupun koneksi dengan TLS, tergantung dengan kemampuan klien yang melakukan koneksi. Apabila klien dapat melakukan koneksi dengan TLS maka data yang dikirimkan akan melalui proses enkripsi. Sebaliknya, apabila klien tidak memiliki kemampuan TLS, maka data akan dikirimkan dalam format plaintext. – Application Firewall Selain permasalahan keamanan transaksi data, yang perlu diperhatikan pada lapisan ini adalah aplikasi itu sendiri. Sebuah aplikasi jaringan komputer yang terbuka untuk menerima koneksi dari pihak lain dapat memiliki kelemahan yang dapat dipergunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebuah kelemahan pada sebuah aplikasi dapat mengancam keamanan host yang menjalankan aplikasi tersebut juga host-host lain yang berada pada sistem jaringan komputer yang sama. Dengan semakin berkembangnya virus dan worm yang menyerang kelemahan-kelemahan yang ada pada aplikasi jaringan komputer, maka diperlukan keamanan lebih pada lapisan ini. Untuk melindungi aplikasi-aplikasi jaringan komputer yang ada, maka perlu dipastikan bahwa semua data yang diterima oleh aplikasi tersebut dari pihak lain adalah data yang valid dan tidak berbahaya. Sebuah Application Firewall adalah sebuah sistem yang akan memeriksa seluruh data yang akan diterima oleh sebuah aplikasi jaringan komputer. Paket-paket data yang diterima dari pihak lain akan disatukan untuk kemudian diperiksa apakah data yang dikirimkan berbahaya atau tidak. Apabila ditemukan data yang berbahaya untuk sebuah aplikasi, maka data tersebut akan dibuang, sehingga tidak membahayakan sistem jaringan komputer secara keseluruhan. Pada umumnya Application Firewall diletakkan pada setiap host untuk melindungi aplikasi jaringan komputer yang ada pada host tersebut. Kekurangan dari sistem ini adalah diperlukannya sumber daya komputasi yang sangat besar untuk menyatukan kemudian memeriksa seluruh paket yang diterima oleh sebuah host. Selain itu, dengan adanya sistem ini, maka waktu yang dibutuhkan agar sebuah data dapat sampai ke aplikasi yang dituju akan semakin lama, karena harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu. Oleh karena itu, sistem ini tidak cocok untuk di-implementasikan pada sistem yang mengharuskan data dikirim dan diterima secara real-time. Bentuk lain dari Application Firewall adalah Network Proxy. Tugas sebuah proxy adalah untuk mewakili klien-klien yang ada untuk melakukan hubungan dengan server-server tujuan. Bagi klien yang akan melakukan koneksi ke sebuah server, proxy adalah server tersebut. Sedangkan bagi server yang dihubungi, proxy adalah klien-nya. Dengan menggunakan proxy akan lebih sulit bagi pihak luar untuk melakukan serangan ke jaringan komputer internal, karena pihak tersebut hanya dapat berhubungan dengan proxy tersebut, sehingga pihak luar tersebut tidak dapat mengetahui lokasi sebenarnya dari server yang dihubunginya. Selain itu sebuah proxy juga dapat memiliki sederetan access-list yang akan mengatur hak akses klien ke server. Network Proxy juga dapat difungsikan terbalik, menjadi sebuah reverse proxy. Dengan reverse proxy tujuan utamanya adalah untuk melindungi server-server di jaringan internal. Karena semua request dari klien eksternal akan diterima oleh reverse proxy, maka paket-paket request yang berbahaya bagi server akan tersaring dan tidak berbahaya bagi server internal organisasi. Kelemahan dari proxy adalah antara klien dan server tidak memiliki hubungan langsung. Oleh karena itu, proxy tidak dapat digunakan pada protokol-protokol ataupun aplikasi yang membutuhkan interaksi langsung antara klien dan server.
Keamanan Jaringan Komputer part 1
Untuk dapat dengan jelas mengerti mengenai keamanan jaringan komputer, kita harus terlebih dahulu
mengerti bagaimana jaringan komputer bekerja. Untuk mempermudah pemeliharaan serta
meningkatkan kompabilitas antar berbagai pihak yang mungkin terlibat, jaringan komputer terbagi atas
beberapa lapisan yang saling independen satu dengan yang lainnya. Menurut standard ISO/OSI,
lapisan-lapisan dan tugas yang dimilikinya adalah :
• Layer 1 - Physical
Layer (lapisan) ini berhubungan dengan kabel dan media fisik lainnya yang menghubungkan
satu peralatan jaringan komputer dengan peralatan jaringan komputer lainnya. Lapisan ini juga
berhubungan dengan sinyal-sinyal listrik, sinar maupun gelombang radio yang digunakan untuk
mengirimkan data. Pada lapisan ini juga dijelaskan mengenai jarak terjauh yang mungkin
digunakan oleh sebuah media fisik. Pada lapisan ini juga diantur bagaimana cara melakukan
collision control.
• Layer 2 - Data Link
Pada sisi pengirim, lapisan ini mengatur bagaimana data yang akan dikirimkan diubah menjadi
deretan angka '1' dan '0' dan mengirimkannya ke media fisik. Sedangkan pada sisi penerima,
lapisan ini akan merubah deretan angka '1' dan '0' yang diterima dari media fisik menjadi data
yang lebih berarti. Pada lapisan ini juga diatur bagaimana kesalahan-kesalahan yang mungkin
terjadi ketika transmisi data diperlakukan.
Lapisan ini terbagi atas dua bagian, yaitu Media Access Control (MAC) yang mengatur
bagaimana sebuah peralatan dapat memiliki akses untuk mengirimkan data dan Logical Link
Control (LLC) yang bertanggung jawab atas sinkronisasi frame, flow control dan pemeriksaan
error. Pada MAC terdapat metode-metode yang digunakan untuk menentukan siapa yang
berhak untuk melakukan pengiriman data. Pada dasarnya metode-metode itu dapat bersifat
terdistribusi (contoh: CSMA/CD atau CSMA/CA) dan bersifat terpusat (contoh: token ring).
Secara keseluruhan, lapisan Data Link bertanggung jawab terhadap koneksi dari satu node ke
node berikutnya dalam komunikasi data.
• Layer 3 - Network
Lapisan Network bertanggung jawab terhadap koneksi dari pengirim sampai dengan penerima.
Lapisan ini akan menterjemahkan alamat lojik sebuah host menjadi sebuah alamat fisik. Lapisan
ini juga bertanggung jawab untuk mengatur rute yang akan dilalui sebuah paket yang dikirim
agar dapat sampai pada tujuan. Jika dibutuhkan penentuan jalur yang akan dilalui sebuah paket,
maka sebuah router akan menentukan jalur 'terbaik' yang akan dilalui paket tersebut. Pemilihan
jalur atau rute ini dapat ditentukan secara statik maupun secara dinamis.
• Layer 4 - Transport
Lapisan ini bertanggung jawab untuk menyediakan koneksi yang bebas dari gangguan. Ada dua
jenis komunikasi data jaringan komputer, yaitu Connection Oriented dan Connectionless. Pada
jenis komunikasi Connection Oriented data dipastikan sampai tanpa ada gangguan sedikitpun
juga. Apabila ada gangguan, maka data akan dikirimkan kembali. Sedangkan jenis komunikasi
Connectionless, tidak ada mekanisme untuk memastikan apabila data yang dikirim telah
diterima dengan baik oleh penerima.
Biasanya lapisan ini mengubah layanan yang sangat sederhana dari lapisan Network menjadi
sebuah layanan yang lebih lengkap bagi lapisan diatasnya. Misalnya, pada layer ini disediakan
fungsi kontrol transmisi yang tidak dimiliki oleh lapisan di bawahnya.
• Layer 5 - Session
Lapisan ini bertanggung jawab untuk membangun, memelihara dan memutuskan koneksi antar
aplikasi. Pada kenyataannya lapisan ini sering digabung dengan Application Layer.
• Layer 6 - Presentation
Agar berbagai aplikasi jaringan komputer yang ada di dunia dapat saling terhubung, seluruh
aplikasi tersebut harus mempergunakan format data yang sama. Lapisan ini bertanggung jawab
atas bentuk format data yang akan digunakan dalam melakukan komunikasi. Pada kenyataannya
lapisan ini sering pula digabung dengan Application Layer.
• Layer 7 - Application
Lapisan ini adalah di mana interaksi dengan pengguna dilakukan. Pada lapisan inilah semua
jenis program jaringan komputer seperti browser dan email client berjalan.
Pada implementasinya, lapisan jaringan komputer berdasarkan ISO/OSI tidak digunakan karena terlalu
kompleks dan ada banyak duplikasi tugas dari setiap lapisan. Lapisan OSI/ISO digunakan hanya
sebagai referensi. Lapisan jaringan komputer yang banyak digunakan adalah lapisan TCP/IP yang
terdiri atas empat lapisan yaitu :
• Link (Lapisan OSI 1 dan 2)
Contoh dari lapisan ini adalah Ethernet, Wi-Fi dan MPLS. Implementasi untuk lapisan ini
biasanya terletak pada device driver ataupun chipset firmware.
• Internetwork (Lapisan OSI 3)
Seperti halnya rancangan awal pada lapisan network (lapisan OSI 3), lapisan ini bertanggungjawab
atas sampainya sebuah paket ke tujuan melalui sebuah kelompok jaringan komputer.
Lapisan Internetwork pada TCP/IP memiliki tugas tambahan yaitu mengatur bagaimana sebuah
paket akan sampai tujuan melalui beberapa kelompok jaringan komputer apabila dibutuhkan.
• Transport (Lapisan OSI 4 dan 5)
Contoh dari lapisan ini adalah TCP, UDP dan RTP
• Applications (Lapisan OSI 5 sampai dengan 7)
Contoh dari lapisan ini adalah HTTP, FTP dan DNS.
Oleh sebab setiap lapisan memiliki tugas yang independen dari lapisan-lapisan lainnya, maka
transparansi data akan terjamin. Sebagai contoh, semua jenis browser internet akan tetap digunakan,
sekalipun media fisik yang digunakan berubah dari kabel tembaga menjadi sinyal radio misalnya.
Cara ampuh untuk mengecewakan Tuhan : tidak kreatif !
Kemungkinan besar anda sedang membawa bolpen. Kalau anda sedang tidak membawa bolpen, silakan membayangkan anda sedang memegang bolpen yang biasa anda pakai.
Sekarang, dalam pikiran anda, silakan lihat bolpen itu, lalu bentuknya diperkecil hingga berukuran panjang sekitar 10 cm.
Pandangi sejenak, lantas perbesar bolpen itu hingga panjangnya sekitar satu meter, lalu lihatlah selama 5 detik.
Kemudian kembalikan ukuran bolpen itu seperti ukuran aslinya.
Selanjutnya silakan ubah warna bolpen itu menjadi warna lain. Sudah ? ... Jangan buru-buru.
Sekarang ubahlah bentuk bolpen itu menjadi bentuk lain yang sama sekali berbeda, namun fungsinya tetap bolpen. Bisa ? ...
Bayangkan dalam pikiran anda, ketika bolpen itu anda lemparkan ke atas, ketika jatuh mengenai lantai, bunyinya bukan ’takkk!’, melainkan ’toeeenngggg!’. Bisa ? ... Lalu raba bolpen itu.
Anda merasakan ternyata tekstur body bolpen itu lembut seperti kulit bayi.
Terakhir, dekatkan bolpen itu ke hidung anda.
Anda mencium aroma jeruk. Anda jilat bolpennya, ternyata bolpen itu rasa asin. Bisa ? ...
Seandainya semua bahan dan alat tersedia, dapatkah kita menciptakan bolpen seperti yang sudah kita bayangkan tadi ? ..
Kemungkinan sangat besar, anda bisa melakukan hal-hal di atas tadi.
Hal ini karena kita memiliki kemampuan mengolah bentuk bolpen (visual), suara jatuhnya bolpen (auditory), meraba tekstur bolpen (kinestetik), mencium aroma bolpen (olfactory), dan mengecap rasa bolpen (gustatory).
Lima sumber daya manusia ini disingkat VAKOG, alias panca indera.
Inilah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia dan tidak diberika kepada mahluk lain.
Tanpa VAKOG ini, manusia hanyalah seonggok daging hidup.
Tunggu dulu ! ... Bukankah binatang juga memiliki sumber daya VAKOG tadi ?.
Binatang sirkus beraksi karena melihat gerakan dan mendengar peluit sang pawang.
Kucing jika diraba kepalanya akan menunduk. Anjing pelacak mencium letak narkoba disembunyikan.
Ular menjulur-julurkan lidah untuk mencari jalan.
Benar sekali bahwa binatang juga memiliki VAKOG, tetapi dalam fungsi sensory.
Manusia adalah satu-satunya mahluk yang diberi anugerah VAKOG selain dalam fungsi sensory, juga dalam fungsi thinking – berpikir.
Dengan VAKOG dalam fungsi thinking, kita menciptakan sesuatu di luar batasan-batasan yang ada untuk bertahan hidup dan berkembang.
Melalui visual, anda bisa membayangkan diri kita lima tahun dari sekarang anda sudah menjadi apa, melakukan apa, dan memiliki apa.
Anda dapat ’mendengar’ apa yang diucapkan oleh orang-orang yang anda kasihi terhadap keberhasilan anda saat itu.
Anda merasakan pelukan dan rangkulan mereka saat itu, serta merasakan semilir angin dan aroma wewangian yang membuat perasaan anda saat itu bahagia tak terkira.
Dengan VAKOG, saat dimarahi sang boss, anda segera dapat membayangkan dan merasakan betapa rumitnya persoalan yang sedang dihadapi mengurusi tugas-tugas di tempat anda bekerja – termasuk mengurusi anda.
Ini membuat dirinya khawatir -- ingin segala sesuatu berjalan dengan baik -- karena para pesaing pada saat yang sama sedang melakukan manuver untuk membuat pelanggan anda beralih hati kepada mereka.
Dengan VAKOG, tiba-tiba anda dapat melihat bahwa kemarahan sang bos anda tadi merupakan wujud dari perhatian kepada anda karena ia ingin pekerjaan anda perfect dalam bekerja.
Anda mendapat informasi umpan balik yang berharga bahwa apa yang anda lakukan dan hasilkan, belum sesuai dengan apa yang menjadi ekspektasi sang boss.
Anda menjadi tahu, apa-apa yang perlu anda perbaiki, sehingga andapun menjadi lebih terampil dan bertumbuh kompetensinya baik hard competence maupun soft competenc..
Pada gilirannya, jika anda sudah memiliki kompetensi yang lebih tinggi, tanggungjawab dan posisi yang lebih tinggi bisa dipercayakan kepada anda.
Karier anda meningkat.
Dengan VAKOG, seorang produsen mobil dapat membayangkan bagaimana jika ban mobil itu kotak.
Penumpang mobil itu akan mengalami apa yang orang Betawi bilang sebagai ajrut-ajrutan.
Mau makan susah. Mau buka laptop juga susah. Lantas dengan bantuan VAKOG juga, sang produsen mobil merancang teknologi suspensi sedemikian rupa sehingga walaupun ban mobil kotak, tapi penumpang tetap tenang tidak terguncang-guncang. Ketika suspensi itu berhasil diciptakan, lalu diaplikasikan kepada mobil yang bannya memang bundar, maka sang produsen telah menciptakan keunggulan luar biasa pada produknya, yaitu suspensi anti jalan berlubang.
Dalam wacana agama, khususnya Islam, ada ayat dalam kitab suci yang menjelaskan ketika janin berkembang dan mencapai hitungan bulan tertentu, Tuhan meniupkan ruh-Nya kepada janin.
Salah satu sifat Tuhan yang paling disebut-sebut selain ’Esa’ adalah ’Pencipta’. ’Pencipta’ bahasa Inggrisnya ’creator’. Kata kerjanya ’to create’. Kata sifatnya ’creative’. Ketika ruh Sang Maha Pencipta ini masuk ke tubuh manusia, maka sifat Sang Maha Pencipta-pun terbawa, yaitu pencipta.
Dengan demikian, kreatif sesungguhnya merupakan sifat utama manusia.
Dengan bekal kemampuan kreatif dan sumber daya VAKOG manusia diberi peran sebagai khalifah untuk membangun bumi.
Itu artinya, tidak menggunakan sumber daya yang diberikan Tuhan kepada kita untuk menciptakan sesuatu yang berguna bagi diri dan dunia, justru mengingkari kemanusiaan itu sendiri.
Ini sering kita lakukan hanya dengan mengeluarkan kata-kata, ”aku tidak bisa”, ”aku kan bukan orang kreatif”, ”mana mungkin bisa ?”, ”nanti saja kalau sudah ada reward-nya”.
Kalau penjelasan soal kreativitas di atas terasa filosofis, saya punya bukti sederhana bahwa sebenarnya manusia itu kreatif.
Coba saja saat anda terlambat menghadiri suatu rapat, atau membuat suatu kesalahan atau kegagalan, atau pasangan anda mengetahui perselingkuhan anda,
maka anda mampu menciptakan puluhan argumen dan alasan untuk menjelaskan dan membenarkan hal itu terjadi.

